Cerpen

Ni cerpen karya aku sendiri…………..

Ni cerpen sbenarnya untuk praktek bahasa……….

Jadi, kalo ada yang mo komen silakan aja…………

Rumah Berhantu.

R

asti, Rara dan Nila adalah sahabat sejak dari kecil. Meskipun kami bertiga berbeda sekolah, tetapi kami bertiga selalu melakukan kegiatan / hal yang sama. Kami membentuk sebuah kelompok yaitu Tiga Sekawan. Setiap hari Sabtu dan Minggu, kami selalu berkumpul di rumah yang kosong, kami jadikan rumah itu sebagai tempat untuk kami berkumpul. Di tempat itu, kami sering melakukan belajar kelompok dan juga tempat untuk berbagi cerita satu sama lain. Kita juga sering melakukan detektifan terhadap barang sesuatu.


Seperti biasanya, hari Sabtu kami berkumpul di rumah itu. Kami sedang berdiskusi mengenai rumah yang biasanya Rara lewati. Rumah tersebut sering terdengar suara-suara yang aneh.

“Bagaimana kalau kita menyelidiki tempat tersebut?” tanya rara. ”Oke………. Kita selidiki tempat itu besok malam bersama teman-teman yang lainnya” kata Rasti kepada Nila dan Rara. Pada saat di sekolah, nila mengajak temannya untuk melakukan dektektif.

Keesokan harinya, kami menyelidiki rumah itu bersama teman-teman. Pertama-tama Rasti dan teman-temannya melewati ruang tamu yang sudah lama tidak terawat. “Ihh…….. Sereeeemm……… banyak sarang laba-labanya lagi !” seru Ethan. “Sudah berapa lama ya, rumah ini tidak terawat dan di tempati?” tanya Nesa. “Mungkin rumah ini sudah 20an tahun kali tidak di tempati.” jawab Rara.

Setelah itu, kami mendengar suara yang aneh dan membuat bulu kuduk kami berdiri tegak. “Eh, ra tadi itu suara apa ya, rasanya seperti suara hantu.”kata Nila. “Eh gak mungkinlah itu mungkin hanya suara serigala.”kata Albert. “Gak mungkin itu pasti suara hantu.”kata Ethan sambil bertengkar melawan Albert.

“Udahlah……jangan bertengkar sekarang kita selidiki saja.”kata Rasti. “Tidak mau aku takut.”kata Ethan. “Baik kita bagi 2 kelompok saja. Kelompok pertama dipimpin oleh Albert yaitu:Albert, Nesa, dan Ethan. Kelompok dua dipimpin oleh Rasti yaitu:Rasti, Rara, Nila.”kata Rara. “Tidaklah aku tidak mau sekelompok dengan Albert, dia orangnya sok tahu.” kata Ethan.

“Ok……. aku mengalah ne….. aku yang mengundurkan diri lebih baik aku sendirian saja biar kalian nanti dibunuh sama hantu itu.” jawab Albert. Akhirnya Ethan berdamaian dengan Albert dan melanjutkan perjalanan mereka. Setelah perjalanan melewati ruang tamu, Kelompok 1 menemukan foto keluarga. “Teman-teman, coba ke sini!” kata Albert. “Ada apa bert?” tanya Ethan dan Nesa. “ Itu ada foto keluarga. Ayo, kita bawa mungkin salah seorang dari kelompok 2 ada yang mengetahui foto ini.” kata Albert.

Pada saat itu, kelompok 2 sedang berada di ruangan yang lain, mereka juga menemukan ruangan untuk berkumpul. Tiba-tiba, Nila melihat cahaya dari ruang sebelah dan berkata “ Eh…. Kawan aku mau ke toilet dulu ya.” kata Nila berbohong kepada teman-temannya.

Setelah berjalan, dia terjatuh dari lantai dan menembus ke ruang rahasia. “ Tolong….. tolong ………..” teriak Nila. Mendengar suara itu, mereka pun bertanya-tanya suara siapa itu. Lalu, mereka mencari arah dari suara tersebut dan melihat bahwa yang terjatuh adalah Nila. Kemudian, mereka mengangkat nila keluar dari tempat itu dan mereka berbicara “Hei kawan kira-kira ruang itu tadi ruang apa ya?”kata Rasti. “Mungkin itu ruang bawah tanah kali.” kata Nila. “Kawan dengar tidak suara itu seperti suara yang aku selalu dengar saat aku melewati rumah ini.”kata Rara. “Udahlah Ra, jangan nakut-nakutin aku ah” kata Nesa. “Ayo kita selidiki ke ruang bawah tanah.”kata Albert. “ Ya……. mestinya aku dari tadi dibawah aja gak usah naik turun sgala…………. Capek tau…..” kata nila kepada teman-temannya dengan penuh kesal.

Tiba di ruang itu mereka menemukan sebuah radio. “Kawan-kawan sini…… radio itu ternyata yang membuat suara aneh itu.” kata Rasti. “ Ya………. berarti kita selama ini ditipu dong sama radio itu.” kata Ethan dengan kesal. Lalu, mereka keluar dari ruang bawah tanah dan melewati kamar tidur. Setibanya disana, mereka melihat seorang nenek tua yang sedang merajut baju, mereka mengira nenek itu adalah hantu.

“Woi…. sini itu disana aku lihat ada hantu lagi merajut baju.”kata Nesa sambil ketakutan. “Mana mungkin radionya saja sudah kita temukan.”kata Albert “Iya kali ini memang benar lihat itu.”kata Rara. “Sepertinya nenek tua itu seperti foto yang kita lihat tadi.”kata Albert sambil menunjukan foto itu. “Mana coba aku lihat?? Lho…….. itu kan seperti nenek yang dulu menjadi tetanggaku, coba kita tanya?”kata Nila.

Setelah ditanya ternyata betul bahwa ia adalah nenek tua yang dulu menjadi tetangga Nila dan Albert menelpon panti jompo untuk merawat nenek tua itu.

~THE END~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s